Sabtu, 28 Agustus 2010

Sahabat Penghianat

Punya sahabat itu emang nyenengin. Sahabat yang selalu ada saat kita butuh. Sahabat yang mau berbagi cerita. Sahabat yang datang bukan hanya ketika sedih, tapi juga datang saat senang. Sahabat yang memberi kita semangat saat kita sedih. Sahabat yang ikut bahagia saat kita senang. Tapi, bagaimana kalau mempunyai sahabat yang bermuka dua? Sahabat yang berhianat? Sahabat yang membenci kita di belakang? Sahabat yang menyebarkan fitnah kepada teman-teman yang lain? Sahabat yang menusuk dari belakang? Sakit sekali rasanya. Sakit.
Biasanya sahabat yang bermuka dua seperti itu hanya ingat perbuatan kita yang jelek, dan tidak pernah ingat perbuatan kita saat menolong dia. Sahabat yang seperti itu biasanya hanya datang saat membutuhkan kita, dan setelah itu? Dia membuang kita, dia pergi entah kemana. Yaaa, jadi kesimpulannya. Kita harus hati-hati saat menyatakan kalau dia adalah seorang sahabat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar